Hargai Apa Yang Kita Miliki
| di 20.31
Ditulis oleh: Anne Ahira
Pernahkah sahabat mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.
Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:
"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".
Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!
Sekarang, coba sahabat bayangkan sejenak....
......Sahabat menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!
Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri sahabat melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu sahabat tidak bisa melihat indahnya dunia, anda tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan sahabat tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!
Bagaimana sahabat? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.
Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!
Coba sahabat renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.
Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.
Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.
Analisis Ejaan dan Keefektifan Kalimat
| di 18.21
Imam Burhanudin
Hal yang paling menyenangkan di saat pelajaran mata kuliah
Bahasa Indonesia adalah ketika menunggu dosen (Ibu Isna ). Karena ketika saya
menunggu dosen, dan dosen dating, saya merasa senang sekali. Dengan datang nya
dosen, berarti saya akan mendapatkan ilmu - ilmu baru tentang mata perkuliahan
ini.
Melawati
Hal yang paling menyenangkan selama mengikuti pelajaran
indonesia ,disamping ibu isna beliau sangat baik juga pola belajar yang di
suguhkan ibu sangat menarik,kita di tuntut untuk membuat satu karya tulis tiap
pertemuan,memaparkan tofik yang telah ditentukan oleh ibu dengan batas waktu
tertentu ,itu hal baru untuk saya.sangat membantu untuk menumbuhkan bakat minat
menulis saya,setidaknya kemampuan menulis saya terasah karna metode ini,cara
penyamampaian materinya juga enak,bercanda tanpa mengurangi keseriusan
belajar,metode membuat karya tulis ini sangat baik,untuk menumbuhkan minat
peserta didik dalam hal tulis-menulis,yang tadinya tidak bias jadi belajar ,dan
yang sudah bias makin pandai.
Mas Siti Irma Khoerunnisa
Selama saya mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia, saya
mempunyai banyak pengalaman, di antaranya ada pengalaman yang menyenangkan dan
ada pula pengalaman yang kurang menyenangkan. Pengalaman yang menyenanAgkan
adalah saya jadi lebih mengetahui bahwa Bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang
wajib saya pelajari saja melainkan Bahasa yang harus saya pahami. Menyenangkan
ketika saya sudah bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik terlebih ketika
saya mengetahui bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di
Asia Tenggara.
Nunu Nurjaman
hal yang paling menyenangkan ketika memulai belajar bahasa
indonesia adalah ketika saya bertemu dengan ibu yang langsung di beri tugas
untuk membuat blog yang akan di jadikan sumber atau alat berkomunikasi di dunia
maya. ketika saya memulai untuk membuat tugas yang di berikan oleh ibu pada
pertemuan pertama, saya amat gembira karena saya bisa membuat blog dengan tanpa
bantuan dari kaka saya.
Euis Encar
Saya merasa senang ketika diberi tugas menulis, karena tugas
yang diberikan membuat saya melatih diri agar dapat mengekspresikan sebuah ide
yang ada dalam otak ke sebuah tulisan. Terbiasanya saya menulis akan membantu
bentuk tulisan saya menjadi lebih baik.
1. Analilis
Ejaan
NW
|
TERTULIS
|
SEHARUSNYA
|
KODE
|
1
|
1). dan dosen datang saya merasa
senang sekali.
|
dan dosen datang, saya merasa
senang sekali.
|
P1K2
|
2). datang nya
|
datangnya
|
P1K3
|
|
2
|
1). isna
|
Isna
|
P2k1
|
2). sangat baik
|
sangat baik,
|
P2k1
|
|
3). sangat menarik
|
sangat menarik.
|
P2k1
|
|
4). tofik
|
topik
|
P2k1
|
|
5). sangat menarik,
|
sangat menarik.
|
P2k1
|
|
6). terasah,
|
terasah.
|
P2k1
|
|
7). belajar,
|
belajar.
|
P2k1
|
|
8). bias
|
bisa
|
P2k1
|
|
3
|
1). Bahasa
|
bahasa
|
P3K1
|
2). di antaranya
|
Diantaranya
|
P3K1
|
|
4
|
1). hal
|
Hal
|
P4k1
|
2). indonesia
|
Indonesia
|
P4k1
|
|
3). diberi
|
memberi
|
P4k1
|
|
4). di jadikan
|
dijadikan
|
P4k1
|
|
5). ketika
|
Ketika
|
P4k2
|
|
6). di berikan
|
diberikan
|
P4k2
|
|
7). kaka
|
kakak
|
P4k2
|
|
8). amat
|
sangat
|
P4K2
|
|
9). gembira karena
|
gembira, karena
|
P4K2
|
|
5
|
-
|
-
|
-
|
2.
Analisis
Kalimat
NW
|
Tertulis
|
Seharusnya
|
Kode
|
1
|
1).
Hal yang paling menyenangkan di saat pelajaran mata kuliah bahasa indonesia
adalah ketika menunggu dosen ( ibu Isna).
|
hal
yang paling menyenangkan ketika mata kuliah bahasa indonesia adalah ketika
menunggu dosen (ibu Isna).
|
P1K1
|
2).
karena ketika menunggu dosen, dan dosen datang, saya merasa senang sekali.
|
karena
ketika menunggu dosen, dan kemudian dosen pun datang, saya merasa senang
sekali.
|
P1K2
|
|
2
|
1).
hal yang paling menyenangkan selama pelajaran indonesia, disamping ibu isna
beliau sangat baik juga belajar yang disuguhkan ibu sangat menarik.
|
Hal
yang paling menyenangkan selama mengikuti pelajaran bahasa Indonesia,
disamping ibu Isna sangat baik, juga pola belajar yang disuguhkan beliau
sangat menarik.
|
P2k1
|
2).
kita dituntut untuk membuat suatu karya tulis tiap pertemuan, memaparkan
topik yang telah ditentukan oleh ibu dengan batas waktu tertentu,
|
Kita
dituntut suatu karya tulis tiap pertemuan, untuk memaparkan topik yang telah
ditentukan oleh ibu Isna.
|
P2k2
|
|
3).
itu hal baru saya, sangat membantu untuk menumbuhkan bakat minat menulis saya
|
Itu
merupakan hal baru untuk saya, juga sangat membantu untuk menumbuhkan bakat
minat menulis saya.
|
P2k3
|
|
4).
Setidaknya kemampuan menulis saya terasah karena metode ini.
|
Setidaknya
dengan tugas itu kemampuan saya menjadi terasah.
|
P2k4
|
|
3
|
1).
Di antaranya ada pengalaman yang menyenangkan dan ada pula pengalaman yang
kurang menyenangkan.
|
Ada
pengalaman yang menyenangkan dan kurang menyenangkan.
|
P3k2
|
4
|
saya amat gembira karena saya bisa
membuat blog dengan tanpa bantuan dari kaka saya.
|
saya
sangat gembira karena saya bisa membuat blog dengan tanpa bantuan dari kaka
saya.
|
P4
k1
|
5
|
1). Karena tugas yang diberikan
membuat saya melatih diri.
|
karena
tugas itu akan melatih diri.
|
P5k1
|
2). Terbiasanya saya menulis akan
|
terbiasanya
menulis akan
|
P5k2
|
Langganan:
Postingan (Atom)





